SMA Kesatrian 2 Gelar Parade Seni Sastra Indonesia

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Seluruh siswa kelas 10 dan 11 SMA Kesatrian 2 Semarang mementaskan musikalisasi puisi dan drama pada hari Selasa dan Rabu (5-6/5/2014) malam.

Seluruh siswa itu terbagi dalam delapan kelompok drama dan 19 Kelompok musikalisasi puisi. Acara berlangsung Selasa hingga puncaknya Rabu malam.

Musikalisasi Puisi oleh siswa

Musikalisasi Puisi

Muhamad Teguh Satriyo salah satu dari dewan pembimbing parade seni sastra tersebut menjelaskan, pentas itu adalah bentuk implementasi dari hasil belajar siswa dalam mapel Bahasa Indonesia.

“Dalam materi Bahasa Indonesia di dalamnya ada pengetahuan tentang sastra, dimana kelas satu lebih condong ke puisi, dan kelas dua condong ke drama, dengan ini kami ingin anak-anak tidak hanya mendapat teori tapi juga bisa praktik,” jelasnya kepada Tribun Jateng.

Seluruh siswa dibebaskan mementaskan puisi atau naskah karya mereka sendiri atau saduran dari penulis terkenal. Siswa kelas satu seluruhnya mementaskan musikalisasi puisi dan kelas dua mementaskan drama.

Teguh menjelaskan untuk bisa mementaskan cerita itu dia mengaku sudah memulainya sejak bulan Januari lalu. “Prosesnya panjang dari mengenalkan dahulu, mengajak mereka menonton pentas teater, hingga observasi lapangan untuk mendalami peran,” jelas Teguh.

Salah satu siswa, Dian Ariska yang mendapat peran sebagai ibu hamil memang menyatakan menyiapkan waktu satu bulan untuk observasi menirukan aktivitas Ibu Hamil.

Penampilan Drama

Dian Ariska Memerankan Ibu Hamil

“Kebetulan tetangga saya ada yang sedang hamil tua jadi saya wawancara ke dia bagaimana beraktivitas saat mencuci, menjemur, masak, dan memperhatikan gerak geriknya,” jelasnya. (*)