Pemilu OSIS, Ajarkan Demokrasi Lewat Pemilu Langsung

Pemilihan OSIS

Siswa Memasukkan Kertas Suara

Proses demokrasi pemilihan umum (pemilu) presiden, kepala daerah, dan wakil rakyat rupanya menjadi inspirasi para siswa SMA Kesatrian 2 Semarang untuk menentukan ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Seperti apa?

Ada tiga kotak surat suara berwarna hijau, merah, dan biru. Masing-masing kotak dikategorikan sesuai tingkatan kelas, yakni kelas X, XI, dan XII. Tidak hanya itu, proses pemilihan juga dijaga oleh sejumlah petugas, ada yang berperan sebagai saksi, keamanan, hingga penjaga kertas suara.

Suasana yang terjadi di SMA Kesatrian 2 Semarang memang mirip dengan pemilu legislatif atau pemilu presiden yang berlangsung beberapa bulan yang lalu.

Kepala SMA Kesatrian 2 Semarang, Drs. Supriyono mengatakan, penyelenggaraan pemilihan ketua OSIS ini sengaja menggunakan konsep pilpres dan pileg, karena ingin menanamkan pendidikan karakter kepada siswa dan mengenalkan demokrasi yang baik.

“Pemilihan ketua OSIS ini merupakan sebuah miniatur pemilu legislatif dan presiden. Tata cara dan aturan dalam pemilihan ketua OSIS ini sama seperti pemilu yang sebenarnya, sehingga diharapkan mampu menjadi wahana belajar bagi seluruh siswa dalam menggunakan hak pilihnya.” Kata bapak Supriyono, kamis (18/9).

Panitia pemilihan juga menyediakan atribut-atribut layaknya pemilihan legislatif sesungguhnya. Pada proses pencoblosan masing-masing siswa berjalan satu persatu menuju bilik suara yang telah disediakan oleh panitia pemungutan suara. Pemilihan ketua OSIS ini diikuti oleh 3 calon ketua . Ketiga kandidat tersebut adalah perwakilan kelas XI.Ketiga calon tersebut juga telah melalui beberapa tahap seleksi sebelum pemilihan ini.

Mereka mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua OSIS, kemudian diverifikasi sehingga dinyatakan lolos menjadi calon ketua OSIS. Selanjutnya, para calon tersebut juga melakukan kampanye ke kelas-kelas dengan didampingi ketua KPU sekolah dan pembina OSIS.

Ketiga calo juga memasang pamflet berisi visi, misi, dan program kerja andalan masing-masing kandidat. Kemudian kegiatan dari ketiga calon adalh kampanye masal didepan seluruh siswa SMA Kesatrian 2 Semarang.

Pemilos SMA Kesatrian

Guru ikut Menggunakan Hak Suara

Pembina OSIS SMA Kesatrian, Mai Yusro menjelaskan pemilihan tersebut juga dapat menjadi bekal bagi para siswa, setidaknya dapat memperoleh pengetahuan bagaimana pelaksanaan pemilu dengan benar.

“Surat suara yang dapat dikatakan sah sendiri juga ada aturannya. Tidak sembarangan coblos. Ada juga surat suara yang dinyatakan tidak sah. Kami juga tekah menyiapkan saksi dan yang lebih unik, tanpa pengetahuan kami beberapa calon juga memiliki tim sukse sendiri dimana mereka mencoba meyakinkan pemilih dengan visi dan misi calon ketua.”