Belajar dengan Mind Map

Alternatif belajar kreatif, aktif, dan mengoptimalkan belahan otak

Apa Mind Map (Peta Pikiran) itu?

Sering kita dengar keluhan pelajar ketika menerima hasil ulangan dengan nilai yang jelek. “Pelajarannya sulit, saya lemah di mapel ini, gurunya gak enak menjelaskannya, dan sebagainya.” Sebenarnya kita sudah memiliki kemampuan untuk menguasai pengetahuan itu, mungkin kita belum menerapkan cara belajar yang tepat saja. Oleh karena itu, belajar dengan mind map perlu kita coba.

Mind MapMind Map (peta pikiran) merupakan suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas  atau informasi lainnya dalam bentuk diagram hierarkis. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.

Mind Map digagas dan dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog Inggris, yang meyakini bahwa penggunaan Mind Map tidak hanya mampu melejitkan proses memori tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan menganalisis, dengan mengoptimalkan fungsi belahan otak. Mind Map dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan, wawasan dan tindakan. Informasi yang disajikan fokus pada bagian-bagian penting, dan dapat mendorong  orang untuk mengeksplorasi dan mengelaborasinya lebih jauh.

Mind Map terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:

Topik Sentral, pokok atau fokus pikiran/isu uyang hendak dikembangkan, dan diletakkan  sebagai  “pohon”.

Topik Utama, level pikiran lapis kedua sebagai bagian dari Topik Sentral dan diletakkan sebagai “cabang”  yang melingkari “pohon”.

Sub Topik, level pikiran lapis ketiga sebagai bagian dari cabang dan diletakkan sebagai  “ranting” (dan level pikiran lapis berikutnya)

Mind Map dapat dibuat secara manual atau dengan menggunakan bantuan software. Membuat Mind Map dengan bantuan software tentu akan lebih mengasyikkan. Salah satu software yang bisa digunakan adalah MindMaple.

Membuat Mind Map

Bagaimana Membuat Mind Map (Peta Pikiran)?

Berikut ini contoh langhkah-langkah sederhana membuat Mind Map:

  1. Mulailah dari tengah halaman untuk menentukan Topik Sentral (menentukan “pohon”) misal “Surat”, agar menarik sebaiknya disertai gambar berwarna.
  2. Tentukan Topik Utama (menentukan “cabang”) sebagai bagian penting dari Topik Sentral, misal: “Detail, Pembuka, Penutup, Tujuan, dan Siapa”.
  3. Tentukan Sub Topik sebagai  “ranting” yang diambil dari Topik Utama, misal: “Formal, Nonformal”.
  4. Secara kreatif gunakan gambar, simbol, kode, dan dimensi seluruh peta pikiran Anda.
  5. Sedapat mungkin gunakan kata kunci tunggal  (maksimal 2 kata),  dengan huruf kapital atau huruf kecil.
  6. Gunakan garis lengkung untuk menghubungkan antara Topik Sentral dengan Topik Utama dan Sub Topik. Untuk stimulasi visual, gunakan warna dan ketebalan yang berbeda untuk masing-masing alur hubungan.
  7. Kembangkan Mind Map sesuai gaya Anda sendiri.
  8. Untuk memahami suatu teks, Anda terlebih dahulu harus membaca teks tersebut untuk memperoleh gambaran mental (mental image) yang menyeluruh dan bermakna.

Apa Manfaat Mind Map (Peta Pikiran)?

Mind Map dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam memahami, mengorganisasikan dan memvisualisasikan materi dan aktivitas belajar secara kreatif dan atraktif, misalnya: untuk memetakan tentang apa yang didiskusikan, proses dan hasil observasi, hasil membaca, hasil mendengar, rancangan presentasi, dan aneka aktivitas belajar lainnya, baik yang berkenaan dengan perencanaan, pelaksaanaan maupun hasil belajarnya.

Dengan Mind Map, kita diajak untuk membentuk pengetahuan secara kreatif, sesuai dengan apa yang dipahaminya masing-masing, bukan menjiplak pengetahuan secara membabi-buta. Oleh karena itu, kita tidak perlu ragu lagi belajar menguasai keterampilan Mind Map ini sejak dini agar dapat belajar lebih efektif dan optimal. (Sunarno)